Perangkat wearable kini menjadi bagian dari gaya hidup digital. Tak hanya sekadar jam tangan pintar, teknologi ini merambah dunia kesehatan, pendidikan, hingga industri manufaktur. Dengan kemampuan mengumpulkan dan mengirim data secara real-time, perangkat ini mempercepat pengambilan keputusan dan meningkatkan kualitas hidup. LINK
Sebagai kampus unggulan berbasis teknologi, Telkom University turut berkontribusi dalam pengembangan wearable melalui kegiatan riset di laboratorium dan pembinaan kewirausahaan bagi mahasiswa yang ingin meluncurkan produk berbasis teknologi canggih.
Perkembangan Teknologi Wearable
Awalnya, perangkat wearable hanya digunakan untuk menghitung langkah kaki atau kalori. Namun kini, perangkat ini bisa memantau detak jantung, kadar oksigen, bahkan mendeteksi gangguan tidur. Contoh perangkat wearable masa kini:
- Jam tangan pintar (Apple Watch, Samsung Watch)
- Gelang kebugaran (Fitbit, Mi Band)
- Kacamata pintar (Google Glass, Ray-Ban Meta)
- Perangkat medis seperti monitor glukosa
- Headset VR/AR untuk pelatihan dan hiburan
Wearable bukan sekadar alat, melainkan asisten pribadi berbasis data. LINK
Peran Telkom University dalam Riset Wearable
Telkom University mengintegrasikan teknologi wearable ke dalam berbagai mata kuliah dan proyek akhir. Melalui program multidisiplin, mahasiswa menggabungkan pemrograman, desain produk, dan pemahaman kebutuhan pengguna.
Di dalam laboratorium kampus, mahasiswa bisa:
- Mengembangkan sistem pemantauan kesehatan
- Mendesain pakaian pintar untuk atlet
- Menciptakan wearable berbasis gerakan untuk penyandang disabilitas
- Menguji konektivitas dengan sistem berbasis IoT
Riset ini bertujuan menjawab tantangan nyata di masyarakat dengan solusi inovatif. LINK
Laboratorium Sebagai Wadah Inovasi
Laboratorium di Telkom University tidak sekadar ruang belajar—mereka adalah ruang eksperimentasi. Di sini, mahasiswa dan dosen bekerja sama untuk menciptakan produk wearable yang bisa diuji langsung.
Fasilitas laboratorium mencakup:
- Sensor biometrik (detak jantung, suhu tubuh)
- Perangkat mikrokontroler (ESP32, Arduino)
- Printer 3D untuk desain casing
- Tools simulasi UI/UX
Lingkungan ini mendorong budaya kolaboratif dan eksploratif.
Kewirausahaan dan Peluang di Pasar Wearable
Peluang bisnis di bidang wearable terbuka lebar. Pasarnya tumbuh pesat dan mencakup berbagai sektor. Banyak mahasiswa Telkom University mendirikan startup berbasis wearable, contohnya:
- Alat pelacak anak berbasis zona aman
- Wearable bantu tunanetra untuk mendeteksi rintangan
- Sensor posisi tubuh untuk pelatihan atlet
- Lencana pintar untuk memantau kondisi pekerja di pabrik
Kampus menyediakan inkubasi bisnis, pelatihan pitching, dan akses modal bagi calon wirausahawan muda. LINK
Dampak di Berbagai Sektor
Wearable membawa revolusi di banyak sektor:
- Kesehatan: Pemantauan pasien secara kontinu
- Kebugaran: Pelatihan berbasis data
- Pendidikan: Pengalaman belajar berbasis AR
- Industri: Pengawasan keselamatan kerja
- Militer: Komunikasi taktis dan deteksi stres
Teknologi ini membuat proses menjadi lebih efisien dan aman.
Tantangan dan Solusi Etis
Meski menjanjikan, wearable menghadapi sejumlah tantangan:
- Privasi data: Perlu sistem enkripsi yang kuat
- Kenyamanan: Desain ergonomis sangat penting
- Biaya: Perlu solusi agar terjangkau semua kalangan
- Daya tahan baterai: Perlu inovasi efisiensi energi
Peneliti dan pelaku bisnis perlu menjaga keseimbangan antara inovasi dan etika. LINK
Penutup
Wearable technology adalah wajah baru interaksi manusia dan teknologi. Perangkat kecil ini membawa dampak besar—baik di rumah, tempat kerja, maupun rumah sakit.
Dengan pengembangan laboratorium yang mendukung riset praktis serta budaya kewirausahaan yang kuat, Telkom University menjadi tempat tumbuhnya inovasi wearable masa depan. Mahasiswa di sini bukan sekadar pengguna teknologi, melainkan pencipta perubahan.
Tinggalkan komentar